XRP Reli Tajam 9,3% hingga US$1,29: Mantan Analis Goldman Sachs Ramal Bisa Tembus US$1.000 di 2030

vivit
vivit June 16, 2026
Updated 2026/06/16 at 8:34 AM

XRP kembali jadi sorotan. Pada hari Senin, harga XRP melejit 9,3% dan menyentuh level tertinggi intraday di US$1,29. Meski kemudian sedikit terkoreksi, token ini masih bertahan di kisaran US$1,22 dengan kenaikan 3,25% dalam 24 jam terakhir.

Reli ini terjadi di tengah pemulihan altcoin secara luas, dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Bitcoin pun naik ke US$65.300, sementara minyak turun dan emas menguat.

Sentimen Ekstrem yang Justru Jadi Bahan Bakar

Menurut data Santiment, sentimen pasar terhadap XRP sempat jatuh ke level terendah sejak Oktober 2025. Namun, perusahaan analitik ini justru melihat peluang besar:

“Periode pesimisme ekstrem seringkali mendahului reli harga yang kuat, sebab beberapa kenaikan terbesar XRP justru terjadi saat minat investor sedang rendah.”

Sejarah membuktikan bahwa XRP kerap bangkit kuat tepat ketika hampir semua orang pesimis.

Whale Semakin Gencar Akumulasi

Dukungan on-chain juga sangat kuat. Wallet besar yang memegang minimal 1 juta XRP kini menguasai 74,1% dari total suplai. Dalam enam bulan terakhir saja, mereka telah menambah 1,53 miliar token.

Santiment menambahkan bahwa jaringan pembayaran institusional Ripple dan inisiatif tokenisasi di XRP Ledger terus berkembang, menjaga kepercayaan jangka panjang meski harga sempat tertekan.

Prediksi Gila: XRP US$1.000 pada 2030

Dom Kwok, Co-Founder aplikasi edukasi EasyA dan mantan analis Goldman Sachs, membuat prediksi berani. Ia menargetkan harga XRP mencapai US$1.000 pada tahun 2030.

Kwok membandingkan blockchain dengan masa awal internet. Menurutnya, nilai akan mengalir ke token yang memiliki utilitas nyata:

“Intinya, ketika aplikasi-aplikasi itu sudah dibuat, use case yang berbeda-beda datang ke blockchain, lalu semua mengalir ke blockchain, dan pada akhirnya mengalir juga ke tokennya. Sebenarnya tidak ada utilitas pada Bitcoin. Sedangkan XRP, justru punya banyak utilitas.”

Ia juga menyoroti adopsi massal yang masih sangat dini. Hanya 7% populasi dunia yang saat ini memiliki kripto. Saat gelombang pengguna baru datang, Kwok yakin mereka akan memilih aset yang masih terjangkau seperti XRP, bukan Bitcoin atau Ethereum yang sudah mahal.

“Mereka tidak membeli Bitcoin dan Ethereum, mereka benar-benar akan membeli XRP,” ujar Dom.

Dari harga saat ini US$1,22 ke US$1.000 berarti kenaikan hampir 82.000%. Target ini ambisius, tapi Kwok percaya dengan ekspansi XRPL di pembayaran global dan tokenisasi.

Kesimpulan: Momentum yang Sedang Terbentuk

Kombinasi antara akumulasi whale, meredanya risiko geopolitik, dan narasi utilitas jangka panjang membuat XRP kembali menarik perhatian. Meski masih jauh dari target US$1.000, reli baru-baru ini menunjukkan bahwa aset ini masih memiliki kekuatan untuk bangkit cepat ketika sentimen berbalik.

Bagi komunitas XRP, ini adalah pengingat bahwa visi institusional yang mereka pegang sejak lama kini semakin mendapatkan validasi.

Apakah XRP akhirnya siap memasuki babak baru? Waktu dan adopsi massal akan menjadi penentu utamanya.

Share this Article