Jakarta, Icrypto.co.id — Bitmine Immersion Technologies kembali memperbesar posisi mereka di ekosistem Ethereum dengan menambah hampir 10.000 ETH dalam seminggu terakhir. Langkah ini menaikkan total kepemilikan perusahaan menjadi 5,79 juta ETH, atau sekitar 4,8% dari total pasokan Ether yang beredar. Keputusan akumulasi yang agresif ini datang di saat Ether (ETH) mulai menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan Bitcoin (BTC).
Poin Utama
- Bitmine menambah ~10.000 ETH dalam seminggu, total kepemilikan mencapai 5,79 juta ETH (~4,8% pasokan).
- Sekitar 85% atau 4,9 juta ETH telah di-staking melalui infrastruktur validator perusahaan.
- Proyeksi hadiah staking tahunan mencapai US$299 juta setelah seluruh ETH tersebar di jaringan validator.
- Ether naik ~2,4% dalam 7 hari, sementara Bitcoin turun ~0,7% — rasio ETH/BTC mencapai level tertinggi dalam tiga bulan.
- Total aset kripto, kas, dan surat berharga Bitmine mencapai US$11,8 miliar per 26 Juli 2026.
Akumulasi Agresif di Tengah Dinamika Pasar
Dalam pengumuman resminya, Bitmine menyebut bahwa strategi staking masif mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi juga sebagai mesin penghasil yield. Dengan 4,9 juta ETH yang di-staking, perusahaan tersebut memperkuat posisinya sebagai treasury korporasi terbesar untuk Ether di dunia, hanya kalah dari Strategy (MicroStrategy) jika diukur dari nilai total aset digital yang dimiliki.
Ketua Bitmine, Tom Lee, menekankan bahwa kenaikan rasio ETH/BTC merupakan sinyal bahwa momentum Ether sedang menguat. “Kami melihat ini sebagai indikator fundamental bahwa jaringan Ethereum terus mendapatkan kepercayaan dari investor institusional,” ujarnya.
Bitmine vs Strategy: Dua Strategi, Dua Arah
Menariknya, sementara Bitmine terus memborong ETH, Strategy (dulunya MicroStrategy) justru melakukan diversifikasi dengan menjual saham MSTR dan membeli kembali saham preferen STRC senilai US$25 juta. Strategy juga menambah cadangan dolar AS menjadi US$3,75 miliar sambil mempertahankan 843.775 BTC. Perbedaan strategi ini menunjukkan bahwa meskipun kedua perusahaan sama-sama percaya pada aset digital, Bitmine lebih bullish terhadap Ethereum sementara Strategy tetap pada posisi Bitcoin-nya.
Dampak Staking pada Pasokan Beredar
Dengan sebagian besar ETH mereka di-staking, Bitmine secara tidak langsung mengurangi pasokan likuid Ether di pasar. Hal ini dapat memberikan tekanan naik pada harga ETH, terutama jika permintaan tetap stabil atau meningkat. Di sisi lain, risiko teknis tetap ada — slashing, downtime validator, dan perubahan regulasi staking bisa mempengaruhi hasil.
Analisis dan Proyeksi
Dari perspektif teknikal, ETH berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih menghantui pasar aset berisiko. Reli ETH bulan Juli yang mencapai ~24,6% (month-to-date) jauh melampaui BTC yang naik ~11,6%, menurut data QCP Capital. Jika tren ini berlanjut dan undang-undang crypto seperti CLARITY Act memberikan kepastian regulasi di Amerika Serikat, Ethereum bisa menjadi pilihan utama institusi yang mencari eksposur di luar Bitcoin.
Namun, investor perlu waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Resistance psikologis di US$1.900–US$2.100 masih menjadi ujian bagi bulls ETH. Penurunan tiba-tiba di pasar tradisional atau kenaikan yield obligasi AS dapat memicu koreksi cepat.
Disclaimer
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Setiap keputusan trading atau investasi di aset kripto memiliki risiko yang signifikan. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil tindakan finansial apa pun. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan dapat mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.