Tether Akan Membekukan Aset Terkait dengan Entitas yang Disanksi di Venezuela: Langkah Tegas dalam Mengatasi Pelanggaran Sanksi

vivit
vivit April 24, 2024
Updated 2024/04/24 at 3:07 AM

Dalam sebuah langkah mengejutkan, Tether, penerbit dari stablecoin USDT, telah mengumumkan komitmennya untuk membekukan alamat yang terkait dengan entitas yang disanksi oleh Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC). Laporan dari CoinTelegraph mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil menyusul dugaan penggunaan stablecoin oleh perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, untuk menghindari sanksi internasional.

Seorang jurubicara dari Tether, yang diwawancarai oleh Cointelegraph, menjelaskan, “Tether menghormati daftar SDN OFAC dan berkomitmen untuk bertindak cepat dalam membekukan alamat yang terlibat dalam transaksi dengan entitas yang disanksi.”

Langkah ini ditempuh setelah laporan eksklusif dari Reuters mengungkapkan bahwa PDVSA telah menggunakan kriptokurensi untuk memfasilitasi ekspor minyak mentah dan bahan bakar, menghadapi sanksi baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Departemen Keuangan AS telah menetapkan batas waktu hingga 31 Mei bagi pelanggan dan pemasok PDVSA untuk menghentikan transaksi, menyusul kegagalan Venezuela dalam menerapkan reformasi pemilihan.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sanksi yang diberlakukan kembali akan memberikan hambatan serius bagi Venezuela untuk meningkatkan produksi minyak dan ekspor, karena perusahaan akan membutuhkan izin khusus dari pemerintah AS untuk berbisnis dengan negara tersebut.

Dalam upaya untuk menghindari pembekuan dana di rekening bank asing, sumber-sumber Reuters mengklaim bahwa PDVSA telah beralih ke Tether untuk melakukan transaksi. Bahkan, perusahaan minyak negara itu telah mengubah model kontraknya menjadi pembayaran di muka dengan menggunakan stablecoin USDT untuk kargo yang diekspor.

Selain itu, laporan tersebut mengungkap bahwa PDVSA mewajibkan pelanggan baru untuk memegang kriptokurensi dalam dompet digital sebagai syarat untuk melakukan transaksi minyak.

Kemampuan Tether untuk membekukan alamat terkait sanksi menegaskan perannya sebagai pemain yang bertanggung jawab dalam ekosistem kripto global. Langkah ini juga menunjukkan bahwa, meskipun kriptokurensi menawarkan fleksibilitas dalam transaksi lintas batas, mereka tidak dapat dijadikan alat untuk menghindari sanksi internasional.

Kontroversi seputar penggunaan kriptokurensi dalam skema penghindaran sanksi menyoroti kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat dalam industri ini. Meskipun kriptokurensi menawarkan potensi besar untuk inovasi dan efisiensi dalam sistem keuangan global, penggunaannya haruslah dilakukan dengan memperhatikan standar etika dan hukum internasional yang berlaku.

TAGGED: ,
Share this Article