Emas: Ancaman Terbesar bagi Stablecoin Berbasis Dolar AS?

dhemasm
dhemasm March 25, 2025
Updated 2025/03/25 at 5:31 AM
stablecoin emas

Persaingan di pasar keuangan digital semakin ketat, terutama dengan meningkatnya adopsi mata uang kripto. Hingga saat ini, stablecoin berbasis dolar AS masih mendominasi pasar karena dianggap sebagai alternatif aman dari volatilitas kripto. 

Namun, situasi ini tampaknya mulai berubah dengan munculnya standar baru, yakni stablecoin emas yang dinilai lebih tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi global.

Stablecoin Emas dan Potensinya dalam Geopolitik

Max Keiser, penasihat Bitcoin untuk Presiden El Salvador, melihat gold stablecoin sebagai ancaman besar terhadap dominasi mata uang kripto yang menggunakan standar dolar AS. Menurutnya, negara-negara seperti Rusia, China, dan Iran berpotensi mengadopsi standar baru.

“Saya memprediksi mereka akan meluncurkan stablecoin emas sebagai alternatif. China dan Rusia memiliki cadangan emas gabungan yang sangat besar, bahkan lebih banyak dari yang dilaporkan secara resmi,” ujar Keiser, Sabtu (22/3/2025).

Langkah ini bukan hanya sekadar strategi moneter, tetapi juga bagian dari manuver geopolitik untuk mengurangi dominasi ekonomi Amerika Serikat. Jika gold stablecoin diadopsi secara luas, ketergantungan pada dolar AS bisa semakin berkurang.

Di sisi lain, pemerintah AS tidak tinggal diam menghadapi tren ini. Dilansir dari laporan sebelumnya, Presiden Donald Trump dikabarkan sedang mendorong regulasi kripto yang lebih jelas kepada kongres.

“Saya telah meminta Kongres untuk mengesahkan undang-undang bersejarah yang menciptakan aturan sederhana dan masuk akal untuk stablecoin dan struktur pasar,” tuturnya, Kamis (20/3/2025).

VanEck: Stablecoin Bakal Jadi Pilar Utama Kripto di 2025

Trump juga menegaskan bahwa mata uang kripto berbasis dolar memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dominasi ekonomi AS. Namun, di tengah ketidakpastian kebijakan, munculnya stablecoin emas semakin menarik perhatian investor sebagai alternatif yang lebih baik.

Kembalinya Standar Emas di Era Digital

Salah satu tonggak penting dalam perkembangan stablecoin emas terjadi pada Juni 2024, ketika Tether meluncurkan Alloy (aUSDT). Mata uang kripto ini menggunakan mekanisme dolar sintetis yang didukung oleh token XAUT dan merepresentasikan cadangan emas fisik. 

Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk membawa kembali konsep standar emas yang ditinggalkan AS sebelumnya. Gabor Gurbacs, mantan eksekutif VanEck, membandingkan gold stablecoin milik Tether dengan sistem keuangan AS.

“Tether Gold (XAUT) merepresentasikan sistem yang dulu menjadi dasar dolar AS sebelum 1971,” tulisnya di X, Sabtu (22/3/2025).

Tidak hanya itu saja, Gurbacs juga menyoroti performa XAUT yang mengalami kenaikan signifikan, bahkan ketika sebagian besar pasar kripto mengalami penurunan.

“XAUT adalah produk berkinerja tinggi, dirancang dengan baik, tetapi kurang mendapat apresiasi. Token ini naik 15,7% sejak awal tahun, sementara pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan,” ungkapnya, Rabu (19/03/2025).

Performa XAUT yang mendasari stablecoin emas Tether
Performa XAUT – Gabor Gurbacs

Hal ini semakin memperkuat daya tarik mata uang kripto berbasis emas sebagai alat transaksi yang lebih stabil dibandingkan aset digital lainnya.

Tren ini juga mengindikasikan bahwa gold stablecoin dapat menjadi instrumen lindung nilai yang efektif di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

Jika tren ini terus berkembang, stablecoin emas berpotensi menjadi pilar penting dalam sistem keuangan yang lebih terdesentralisasi dan berorientasi pada kestabilan nilai.

Share this Article