Bitcoin Turun di Bawah US$77.000, Tapi Tiga Sinyal Bullish Ini Justru Makin Kuat

vivit
vivit May 19, 2026
Updated 2026/05/19 at 9:27 AM

Bitcoin kembali mengalami tekanan. Harga BTC turun di bawah US$77.000 dan mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut, menghapus hampir 6% nilai dalam seminggu. Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$76.819.

Namun, di balik koreksi ini, justru muncul tiga sinyal bullish yang menarik perhatian analis on-chain dan investor jangka panjang.

1. Trader Ritel Semakin Bearish — Sinyal Kontrarian

Menurut data Santiment, komentar bearish di media sosial terhadap Bitcoin kini lebih dominan dibandingkan komentar bullish. Ini adalah pertama kalinya sejak 21 April.

Wallet Bitcoin Terus Naik | Sumber: X/Santiment

Santiment menilai hal ini sebagai sinyal positif. Karena Bitcoin secara historis sering bergerak berlawanan dengan sentimen mayoritas pasar.

“Saat trader kecil ketakutan dan menjual karena penurunan kecil, probabilitas rebound justru meningkat,” jelas Santiment.

Artinya, kepanikan ritel saat ini bisa menjadi bahan bakar untuk pergerakan naik berikutnya.

2. Whale Semakin Gencar Akumulasi

Sementara trader ritel panik, holder besar justru bergerak sebaliknya.

Jumlah wallet Bitcoin yang menyimpan minimal 100 BTC kini mencapai 20.229 alamat — naik 11,2% dibandingkan tahun lalu. Setiap wallet ini rata-rata mengontrol sekitar US$7,7 juta Bitcoin.

Pertumbuhan wallet whale yang konsisten di tengah volatilitas pasar menunjukkan kepercayaan tinggi dari institusi dan investor besar terhadap masa depan Bitcoin.

Santiment menambahkan: “Secara historis, kenaikan jumlah whale saat ritel ketakutan adalah kombinasi yang sangat kuat.”

3. Rasio BTC/Emas Mulai Pulih

Sinyal ketiga datang dari analisis Delphi Digital. Rasio Bitcoin terhadap Emas telah pulih 46% dari titik terendah di Februari, dan kini berada di level 17,6.

Meski emas turun 18% dari puncaknya, Bitcoin menunjukkan kekuatan relatif yang lebih baik. Yang lebih menarik, exponential moving average (EMA) periode 9 dan 21 pada rasio ini diprediksi akan membentuk crossover bullish di awal Juni.

Di masa lalu, pola serupa pernah memicu reli Bitcoin hingga 148%, 641%, dan 148%.

Faktor Makro yang Perlu Diwaspadai

Meski ketiga sinyal ini positif, arah Bitcoin ke depan masih sangat dipengaruhi faktor eksternal. Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, akan memimpin rapat FOMC pertama pada 16–17 Juni. Pasar saat ini hanya memprediksi peluang kenaikan suku bunga sekitar 1,2%.

Inflasi musim panas dan ketegangan geopolitik dengan Iran juga menjadi variabel penting yang bisa memengaruhi likuiditas pasar.

Kesimpulan Penurunan Bitcoin di bawah US$77.000 tampak menakutkan di permukaan, tetapi justru menyembunyikan fondasi yang semakin kuat. Kombinasi antara kepanikan ritel, akumulasi whale, dan sinyal teknikal BTC/Emas menunjukkan bahwa pasar sedang mempersiapkan fase rebound.

Bagi investor, momen koreksi seperti ini sering kali menjadi kesempatan akumulasi sebelum gelombang berikutnya. Yang jelas, Bitcoin masih jauh dari kehabisan narasi bullish jangka panjang.

Share this Article