Standard Chartered Ikut Gelombang PHK Massal karena AI: Lebih dari 7.000 Pekerjaan akan Dipangkas

vivit
vivit May 19, 2026
Updated 2026/05/19 at 9:13 AM

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Artificial Intelligence semakin meluas. Kali ini giliran raksasa perbankan global Standard Chartered yang secara resmi mengumumkan rencana memangkas lebih dari 7.000 pekerjaan.

Bank yang berbasis di Inggris ini akan memangkas lebih dari 15% posisi di fungsi korporat hingga tahun 2030. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar-besaran untuk meningkatkan efisiensi melalui AI dan otomasi.

Bukan Sekadar Pemotongan Biaya

Dalam konferensi pers kepada investor, CEO Bill Winters menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar memangkas biaya operasional semata.

“Ini bukan pemotongan biaya. Dalam beberapa kasus, ini adalah menggantikan modal manusia dengan nilai yang lebih rendah, dengan modal keuangan dan investasi di teknologi yang kami tanamkan,” ujar Winters.

Dari total sekitar 80.000 karyawan, lebih dari 7.000 posisi akan dihapus. Meski demikian, sebagian karyawan yang terdampak akan dipindahkan ke posisi lain di dalam perusahaan.

Standard Chartered juga tidak merinci lokasi mana saja yang paling terdampak. Namun, seperti banyak perusahaan global lainnya, pemangkasan kemungkinan besar akan menyebar di berbagai kantor cabang internasional.

Target Profitabilitas Meningkat Tajam

Di balik pemangkasan ini, Standard Chartered justru semakin agresif mengejar profitabilitas. Bank ini merevisi target Return on Tangible Equity (RoTE) menjadi di atas 15% pada 2028 (naik dari target sebelumnya), dan berambisi mencapai 18% pada 2030.

Menurut manajemen, peningkatan penggunaan otomasi, advanced analytics, dan Artificial Intelligence menjadi kunci utama untuk mempercepat proses bisnis, meningkatkan pengambilan keputusan, serta memberikan layanan yang lebih baik kepada klien.

Bergabung dengan Gelombang PHK Besar 2026

Standard Chartered bukanlah yang pertama. Tahun 2026 memang menjadi tahun di mana AI benar-benar mulai “memakan” pekerjaan di berbagai sektor:

  • Amazon memangkas 16.000 pekerjaan pada Januari lalu.
  • Meta akan memangkas sekitar 8.000 karyawan (10% dari total tenaga kerja) mulai minggu ini.
  • Platform analitik kripto Dune memangkas 25% karyawannya untuk fokus ke AI dan data on-chain institusional.

Gelombang PHK ini tidak hanya melanda sektor teknologi, tapi juga merembet ke perbankan, judi daring, dan berbagai industri lainnya.

Kesimpulan

Langkah Standard Chartered menandakan babak baru dalam dunia perbankan global: era di mana AI bukan lagi alat pendukung, melainkan pengganti tenaga kerja manusia dalam skala besar.

Bagi karyawan, ini menjadi tantangan besar untuk terus meningkatkan skill di bidang teknologi dan AI. Bagi perusahaan, ini adalah jalan menuju efisiensi dan profitabilitas yang lebih tinggi di tengah persaingan ketat.

Satu hal yang jelas: transformasi AI di dunia korporat sedang berjalan dengan kecepatan tinggi, dan tahun 2026–2030 akan menjadi periode penyesuaian besar-besaran di pasar tenaga kerja global.

Share this Article