XRP Catat Arus Masuk Terbesar Sejak Desember 2025, Investor Ethereum Justru Kabur

vivit
vivit April 7, 2026
Updated 2026/04/07 at 12:33 PM

Produk investasi aset kripto global berhasil menarik US$224 juta arus masuk bersih pada pekan lalu. Yang mengejutkan, XRP menjadi pemenang utama dengan menyedot hampir separuh dari total dana segar tersebut, sementara Ethereum (ETH) terus mengalami arus keluar yang signifikan.

Menurut laporan terbaru dari CoinShares, pemulihan arus dana kripto pekan ini tidak merata. Investor Eropa justru mendominasi, berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya yang lebih banyak didorong oleh pasar Amerika Serikat.

Swiss Jadi Lokomotif, Amerika Serikat Tertinggal

Secara mengejutkan, Swiss memimpin arus masuk kripto pekan lalu dengan angka mencapai US$157,5 juta. Jerman menyusul di posisi kedua dengan US$27,7 juta, diikuti Kanada sebesar US$11,2 juta.

Sementara itu, Amerika Serikat — yang biasanya menjadi motor utama pasar kripto — hanya menyumbang US$27,5 juta, menempati urutan ketiga. Perubahan pola ini menunjukkan adanya perbedaan sentimen antara investor Eropa dan Amerika, terutama terkait kebijakan makroekonomi dan perkembangan regulasi kripto.

XRP Jadi Bintang, Ethereum Masih Tertekan

Di level aset, XRP mencatat performa gemilang dengan arus masuk sebesar US$119,6 juta — angka tertinggi sejak pertengahan Desember 2025. Sepanjang tahun 2026, token ini sudah mengumpulkan total arus masuk US$159 juta, atau sekitar 7% dari total aset kelolaannya.

Konsistensi XRP dalam menarik modal bahkan di tengah tekanan pasar menunjukkan kepercayaan investor yang kuat, terutama setelah peluncuran ETF XRP spot di AS akhir tahun lalu.

Bitcoin juga mencatat arus masuk positif sebesar US$107,3 juta, meski masih dibayangi arus keluar bersih sepanjang April yang mencapai US$145 juta. Di sisi lain, produk short Bitcoin justru menarik US$16 juta — level tertinggi sejak November 2025 — menandakan sentimen bearish yang masih kuat di kalangan sebagian investor.

Solana terus menunjukkan ketangguhan dengan tambahan dana US$34,9 juta, sehingga total arus masuk tahun ini mencapai 10% dari aset kelolaannya.

Namun, Ethereum kembali menjadi aset dengan performa terlemah, mencatat arus keluar sebesar US$52,8 juta. Sentimen negatif ini dipicu oleh stagnasi regulasi di Senat AS terkait Digital Asset Market Clarity Act. RUU yang sudah disetujui DPR ini masih terhenti karena perdebatan mengenai ketentuan stablecoin, yang sangat berdampak pada ekosistem Ethereum.

Tekanan Makro Ekonomi Membalikkan Momentum

Meski pekan lalu sempat positif, momentum arus masuk mulai memudar menjelang akhir pekan. Data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan dan ekspektasi kebijakan The Fed yang semakin hawkish membuat investor kembali berhati-hati.

Ditambah lagi dengan sinyal geopolitik yang tidak menentu dan harga minyak mentah yang tinggi, minat risiko terhadap aset kripto masih rapuh.

Kesimpulan

Kemampuan XRP mempertahankan arus masuk yang kuat di tengah kondisi makro yang mengetat dan ketidakpastian regulasi menjadi sorotan utama. Sementara itu, Ethereum masih harus menunggu kejelasan lebih lanjut dari Clarity Act di Senat untuk bisa membalikkan tren arus keluar.

Performa XRP pekan ini memberikan harapan baru bagi altcoin, meski pasar kripto secara keseluruhan masih bergantung pada data ekonomi AS dan perkembangan regulasi ke depan.

Share this Article