Stablecoin semakin memainkan peran penting dalam industri kripto. Mata uang kripto yang merepresentasikan fiat ini memungkinkan transaksi lintas negara tanpa proses yang kompleks, menjadikannya elemen kunci dalam adopsi cryptocurrency.
Peran Penting Stablecoin
CEO VanEck, Jan van Eck, meyakini bahwa aset kripto berbasis fiat akan menjadi fondasi utama industri kripto pada 2025. Dalam wawancara dengan Anthony Pompliano di Bitcoin Investor Week, ia menyoroti stablecoin sebagai aspek paling menarik tahun ini.
“Sebenarnya, bukan Bitcoin atau aset yang selalu terkait dengannya. Justru stablecoin yang paling menarik bagi saya,” tuturnya, Rabu (19/3/2025).
Van Eck juga membahas perkembangan regulasi aset kripto berbasis fiat di Amerika Serikat, khususnya GENIUS Act yang diperkenalkan oleh Senator Bill Hagerty pada Februari lalu.

RUU tersebut bertujuan memberikan kejelasan hukum yang lebih kuat bagi mata uang kripto yang merepresentasikan dolar. Namun, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi hambatan yang mungkin muncul.
“Saya benar-benar khawatir regulator perbankan akan mencoba menetapkan bahwa hanya bank yang boleh menerbitkan cryptocurrency yang didukung oleh fiat,” ujarnya.
Kekhawatiran terhadap regulasi ini tidak hanya datang dari pelaku industri. Isu ini juga menjadi perhatian pemerintahan AS. Dalam pidato di Blockworks Digital Asset Summit di New York, Presiden Trump menegaskan pentingnya regulasi yang jelas.
“Saya telah meminta Kongres untuk mengesahkan UU bersejarah yang menciptakan aturan sederhana dan masuk akal untuk stablecoin dan struktur pasar. Dengan kerangka hukum yang tepat, institusi besar maupun kecil dapat berinvestasi, berinovasi, dan berpartisipasi,” ujar Trump, Kamis (20/3/2025).
Presiden AS tersebut juga menekankan bahwa aset kripto yang merepresentasikan dolar AS berpotensi memperkuat dominasi mata uang negaranya dalam ekonomi global.
Tren Adopsi yang Kian Pesat
Optimisme Van Eck terhadap stablecoin didukung oleh data terbaru dari riset The State of Stablecoins 2025: Supply, Adoption & Market Trends yang dirilis oleh Dune dan Artemis.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa adopsi cryptocurrency yang didukung oleh fiat semakin meluas, bahkan telah melampaui transaksi tahunan Visa yang mencapai $15,7 triliun pada 2024.
“Sepanjang tahun lalu, stablecoin telah memfasilitasi lebih dari $35 triliun dalam total transfer,” bunyi laporan tersebut.

Volume transaksinya juga melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang 2024, dari $1,9 triliun pada Februari 2024 menjadi $4,1 triliun pada Februari 2025, meningkat 115% dalam setahun. Bahkan, Desember 2024 mencatat volume tertinggi, mencapai $5,1 triliun.
Selain lonjakan transaksi, mereka juga mengungkapkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan mata uang kripto berbasis fiat tersebut meningkat tajam, tumbuh 53% dalam setahun.
“Adopsi stablecoin mengalami pertumbuhan signifikan pada 2024, dengan jumlah alamat aktif naik dari 19,6 juta pada Februari 2024 menjadi 30 juta pada Februari 2025,” jelas analis Dune dan Artemis.

Stablecoin semakin mengukuhkan posisinya sebagai elemen penting dalam ekosistem cryptocurrency, didorong oleh lonjakan adopsi dan dukungan berbagai pihak. Meski masih menghadapi tantangan regulasi, prospeknya sebagai pilar utama industri kripto pada 2025 kian nyata.