Rusia Pertimbangkan Ulang Larangan Stablecoin di Tengah Tekanan dari AS dan Uni Eropa

Afin Hafizh
Afin Hafizh February 14, 2026
Updated 2026/02/14 at 4:41 AM

Bank Sentral Rusia (Bank of Russia) akan mempelajari kelayakan peluncuran stablecoin domestik pada tahun ini, menandai perubahan sikap dari penolakan langsung sebelumnya. Wakil Ketua Pertama Vladimir Chistyukhin menyatakan studi ini diperlukan untuk menilai risiko dan peluang, terutama mengingat perkembangan global seperti GENIUS Act AS dan euro digital Uni Eropa. Langkah ini muncul di tengah tekanan sanksi dan dominasi stablecoin dolar yang semakin kuat dalam penyelesaian lintas negara.

Poin Utama

  • Bank Sentral Rusia membuka kembali pembahasan stablecoin domestik untuk menjaga kedaulatan moneter dan alternatif penyelesaian internasional.
  • Tekanan utama: GENIUS Act AS (kerangka federal stablecoin dengan cadangan 1:1 dolar & transparansi tinggi) dan euro digital UE (sesuai MiCA).
  • Sanksi Barat mendorong Rusia mencari mekanisme pembayaran alternatif di luar sistem tradisional.
  • Risiko tetap tinggi: stablecoin Rusia butuh cadangan kredibel, regulasi jelas, dan kepercayaan mitra internasional agar bisa diadopsi luas.

Perubahan Sikap Bank Sentral Rusia Sebelumnya, Bank of Russia secara konsisten menentang stablecoin terpusat karena risiko stabilitas keuangan dan potensi pencucian uang. Namun, Chistyukhin menegaskan bahwa praktik global kini membuat penilaian ulang diperlukan. Ini bukan dukungan penuh, melainkan studi kelayakan untuk memahami implikasi ekonomi dan geopolitik.

Konteks Global yang Mendorong Rusia

  • Amerika Serikat → GENIUS Act (disahkan 2025) mewajibkan stablecoin berbasis dolar memiliki cadangan 1:1 dan audit rutin, memperkuat dominasi USDT & USDC dalam pembayaran global.
  • Uni Eropa → Pengembangan euro digital dan stablecoin euro di bawah MiCA untuk kurangi ketergantungan pada dolar digital asing.
  • Sanksi Barat → Membatasi akses Rusia ke SWIFT & sistem pembayaran tradisional, mendorong pencarian alternatif seperti stablecoin domestik untuk transaksi dengan mitra non-Barat.

Stablecoin domestik secara teori bisa menjadi jalur likuiditas alternatif bagi mitra yang bersedia bertransaksi di luar sistem Barat, meskipun adopsi masih bergantung pada transparansi cadangan dan kepercayaan global.

Risiko dan Tantangan Stablecoin Rusia memerlukan:

  • Cadangan kredibel (dolar, rubel, atau aset lain yang stabil)
  • Kerangka hukum jelas untuk lindungi pengguna
  • Kepercayaan dari mitra internasional (terutama negara BRICS)

Tanpa elemen-elemen ini, stablecoin domestik berisiko gagal diadopsi luas dan justru memperburuk ketergantungan pada stablecoin asing.

Outlook 2026 Studi ini menunjukkan Rusia mulai mengakui dimensi geopolitik stablecoin dalam persaingan mata uang digital global. Jika studi menyimpulkan layak, Rusia bisa jadi salah satu negara pertama di luar Barat yang luncurkan stablecoin domestik berbasis rubel. Namun, keberhasilan bergantung pada transparansi, cadangan kuat, dan dukungan mitra internasional. Pantau perkembangan GENIUS Act AS & euro digital UE—keduanya akan jadi benchmark utama.

Share this Article