Jakarta, ICrypto — Investor institusional di Amerika Serikat tampaknya sedang panik massal. Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang listing di bursa AS mencatatkan arus keluar bersih terbesar dalam sejarah sejak diluncurkan Januari 2024. Total dana yang kabur mencapai US$6,35 miliar, sebuah angka yang bahkan membuat analis Galaxy Research terkejut.
Poin Utama:
- US$6,35 miliar keluar dari ETF Bitcoin AS dalam 30 hari, rekor terburuk dari 582 periode yang pernah tercatat.
- BlackRock IBIT masih bertahan dengan arus masuk total US$62,1 miliar, sementara GBTC Grayscale kehilangan US$27 miliar karena biaya tinggi.
- Arus keluar mingguan sudah mereda 87%, menandakan gelombang penjualan terbesar mungkin sudah lewat.
Bukan Lagi Musim Dingin Biasa
Ketika ETF Bitcoin spot pertama kali disetujui oleh SEC awal 2024, banyak yang memprediksi aliran dana institusional akan terus mengalir deras. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Sejak awal Juni 2026, para pengelola dana mulai mengurangi eksposur mereka ke Bitcoin secara agresif.
Menurut data dari Galaxy Research, penurunan US$6,35 miliar ini menempati posisi pertama dari seluruh 582 periode bergulir 30 hari yang mereka pantau sejak produk ini lahir. Artinya, ini bukan sekadar koreksi biasa — ini adalah eksodus institusional.
Siapa yang Kabur, Siapa yang Bertahan?
Tidak semua ETF merasakan pukulan yang sama. BlackRock IBIT, produk yang paling populer, masih berhasil mengumpulkan dana senilai US$62,1 miliar sejak peluncuran. Namun, bahkan IBIT sempat mencatat penarikan harian sebesar US$96,7 juta pada 18 Juni.
Di sisi lain, GBTC milik Grayscale terus menjadi korban utama. Dengan biaya manajemen 1,5% — jauh di atas IBIT yang hanya 0,25% — GBTC kehilangan total US$27 miliar dalam arus keluar struktural.
Mengapa Institusi Menjual?
- Yield Treasury AS yang Tinggi — obligasi pemerintah AS menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko jauh lebih rendah dibanding Bitcoin.
- Ekspektasi Suku Bunga The Fed — harapan penurunan suku bunga semakin tipis, membuat aset berisiko seperti kripto kurang menarik.
- Ketegangan Geopolitik — konflik di Selat Hormuz dan ketidakpastian global mendorong investor ke mode risk-off.
- Profit Taking — setelah reli panjang, banyak institusi memutuskan untuk mengunci keuntungan.
Tanda-tanda Pemulihan Sudah Muncul?
Meski angka US$6,35 miliar terdengar menyeramkan, ada secercah harapan. Data terbaru menunjukkan arus keluar mingguan turun 87% dari puncaknya. Dari US$1,72 miliar pada pekan yang berakhir 5 Juni, jumlahnya merosot menjadi sekitar US$226 juta pekan lalu.
Yang menarik, harga Bitcoin justru bertahan di kisaran US$64.000 selama perlambatan ini. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa holder jangka panjang sedang menyerap pasokan yang dilepas oleh ETF, mencegah harga anjlok lebih dalam.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor?
- Jangan terpancing panik. Arus keluar institusional tidak selalu berarti fundamental Bitcoin rusak. Bisa jadi ini sekadar rotasi aset jangka pendek.
- Perhatikan The Fed. Keputusan suku bunga dan pernyataan Jerome Powell ke depan akan sangat mempengaruhi arah ETF.
- BlackRock tetap percaya. Meski arus keluar terjadi, Jay Jacobs dari BlackRock menegaskan pandangan mereka terhadap Bitcoin sebagai aset mondesentralisasi global tidak berubah.
Kesimpulan
Rekor outflow ETF Bitcoin sebesar US$6,35 miliar adalah peringatan bahwa pasar kripto tidak kebal dari tekanan makroekonomi. Namun, perlambatan drastis pada minggu-minggu terakhir dan ketahanan harga di US$64.000 memberikan isyarat bahwa lantai mungkin sudah dekat.
Bagi yang percaya pada narasi Bitcoin jangka panjang, momen ini bisa jadi blood in the streets yang sering disebut para investor legendaris. Tapi seperti biasa — lakukan riset sendiri (DYOR) dan jangan inves lebih dari yang sanggup kamu rugi.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan saran keuangan. Harga aset kripto sangat fluktuatif. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.