Pengadilan AS Dukung Upaya Bybit Lacak Dana Hacker Korea Utara Senilai US$1,5 Miliar

Afin Hafizh
Afin Hafizh August 10, 2026
Updated 2026/08/10 at 3:53 AM

Bursa kripto Bybit memperoleh kemenangan hukum penting di pengadilan federal Amerika Serikat. Pengadilan memberikan izin expedited discovery kepada Bybit untuk melacak aset yang dicuri dalam peretasan besar-besaran senilai US$1,5 miliar yang dikaitkan dengan Korea Utara.

Poin Utama

  • Pengadilan federal AS menyetujui permintaan Bybit untuk expedited discovery guna melacak dana hasil peretasan.
  • Bybit melaporkan 90,2% dana telah tidak bisa dilacak karena melalui mixer dan cross-chain bridge.
  • Hanya 9,8% dana yang masih teridentifikasi, dengan 5,3% (sekitar US$75,5 juta) berhasil dibekukan atau dipulihkan.
  • Bybit menggugat Korea Utara, Reconnaissance General Bureau, Lazarus Group, dan 20 terdakwa tak dikenal.
  • Peretasan terjadi pada 21 Februari 2025 melalui kompromi infrastruktur Safe Wallet.

Detail Gugatan dan Putusan Pengadilan

Berdasarkan catatan pengadilan yang dibuka pada Kamis (7/8), Bybit mengajukan gugatan secara tertutup pada 18 Juni 2025 terhadap Korea Utara, Reconnaissance General Bureau, kelompok Lazarus, serta 20 terdakwa yang belum teridentifikasi. Hakim federal kemudian menyetujui permintaan expedited discovery pada 19 Juni.

Kewenangan discovery ini memberikan Bybit jalur praktis untuk mengidentifikasi dugaan perantara dan mengejar sebagian kecil aset yang masih dapat dilacak, daripada hanya mengandalkan putusan terhadap Korea Utara yang sulit dieksekusi.

Dalam gugatannya, Bybit menyatakan bahwa sebagian aset yang masih dapat dilacak telah masuk ke bursa yang beroperasi atau memiliki infrastruktur di AS. Bybit meminta identitas pemegang akun, saldo, dan riwayat transaksi. Beberapa platform disebutkan telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama setelah menerima perintah pengadilan.

90% Dana Tidak Bisa Dilacak

Bybit juga memperoleh perintah penahanan sementara (temporary restraining order) pada 19 Juni untuk mencegah terdakwa memindahkan aset tertentu. Perintah ini diperbarui pada 16 Juli, dan pengadilan sebagian mengabulkan permintaan preliminary injunction pada 30 Juli.

Per 18 Juni, Bybit menyatakan bahwa 90,2% dana yang dicuri telah menjadi tidak dapat dilacak setelah melewati mixer, cross-chain bridge, dan dealer over-the-counter (OTC). Sisa 9,8% telah dilacak ke dompet yang dapat diidentifikasi, termasuk 5,3% dari total atau sekitar US$75,5 juta yang berhasil dibekukan atau dipulihkan.

Angka ini menandakan penurunan drastis dari lebih dari setahun lalu, ketika CEO Bybit Ben Zhou mengatakan bahwa 68,57% dana masih dapat dilacak.

Latar Belakang Peretasan

Peretasan terjadi pada 21 Februari 2025 setelah penyerang berhasil mengkompromikan infrastruktur Safe Wallet. Penyelidik forensik menyebutkan bahwa kredensial yang dikompromikan milik pengembang Safe memungkinkan penyerang menyuntikkan kode berbahaya ke infrastruktur cloud.

FBI kemudian mengaitkan pencurian tersebut dengan Korea Utara pada 26 Februari 2025. Kelompok Lazarus telah lama dikenal sebagai aktor ancaman siber yang beroperasi atas nama rezim Pyongyang, dengan serangkaian peretasan kripto bernilai miliaran dolar.

Analisis: Langkah Strategis Bybit di Luar Negeri

Keputusan Bybit menggugat di pengadilan federal AS menunjukkan strategi cerdas. Mengingat Korea Utara secara praktis kebal terhadap gugatan hukum internasional, fokus pada platform berbasis AS yang mungkin menampung aset hasil curian menjadi jalur yang lebih realistis untuk pemulihan dana.

Penurunan persentase dana yang dapat dilacak dari 68% menjadi kurang dari 10% dalam setahun menunjukkan kecepatan dan kecanggihan jaringan pencucian aset digital milik Lazarus Group. Penggunaan mixer, cross-chain bridge, dan dealer OTC telah membuat jejak on-chain hampir tidak mungkin diikuti sepenuhnya.

Bagi industri kripto, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan infrastruktur dompet dan penyimpanan aset harus terus ditingkatkan. Meskipun teknologi blockchain bersifat transparan, pencucian aset tetap menjadi ancaman serius yang memerlukan koordinasi lintas yurisdiksi.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Tidak merupakan nasihat investasi, perdagangan, atau tindakan hukum. Pembaca diharapkan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto. Harga dan data yang disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu.

Share this Article