Bitcoin dan Ethereum turun hampir 30% dalam sepekan terakhir, menghapus sekitar US$25 miliar nilai tak terealisasi di tengah guncangan likuiditas global. Penurunan ini mengingatkan pada pola Crypto Winter 2022: guncangan kepercayaan memicu rush penarikan dana yang mempercepat keruntuhan. Saat ini, tekanan tidak hanya di harga—koreksi operasional Gemini, PHK besar-besaran di Polygon, dan stress neraca MicroStrategy menunjukkan ada masalah struktural di luar pergerakan pasar.
Poin Utama
- Crypto Winter 2022 — Dimulai dari bull run 2020–2021, runtuh karena kenaikan suku bunga Fed, perang Ukraina, dan rush penarikan dana. TerraUSD collapse → Celsius, Voyager, 3AC, FTX, Genesis, BlockFi ikut jatuh (15+ perusahaan insolvensi).
- Penurunan Terbaru — BTC & ETH -30%, hapus US$25 miliar nilai. BTC rebound tipis ke US$70.000 setelah data konsumen AS positif, tapi tidak pulih kuat.
- Tekanan Institusi — Gemini kurangi operasi Eropa, Polygon PHK 30% staf (ketiga kalinya dalam 3 tahun), MicroStrategy treasury BTC di bawah harga akuisisi → saham MSTR anjlok.
- Pelajaran 2022 — Likuiditas harus sejalan dengan janji, cadangan harus kuat, dan penarikan cepat bisa picu domino effect.
Crypto Winter 2022: Kronologi Singkat
- 2020–2021: Bull run masif, BTC dari US$8.300 ke US$64.000. Yield tinggi (lending/staking) jadi daya tarik utama.
- Pemicu Makro: Fed naikkan suku bunga (inflasi tinggi), perang Rusia-Ukraina, likuiditas global mengetat.
- Mei 2022: TerraUSD (UST) collapse → hilang peg ke USD.
- Juni–November 2022:
- Celsius & Voyager: outflow dana nasabah 20% & 14% dalam 11 hari.
- Three Arrows Capital (3AC): US$10 miliar aset hilang, bangkrut.
- FTX collapse: outflow 37% dalam 48 jam.
- Genesis & BlockFi: outflow 21% & 12% dalam sebulan.
- Total: 15+ perusahaan kripto tutup atau insolvensi.
Penurunan Terbaru 2026 Penurunan hampir 30% dalam sepekan menghapus US$25 miliar nilai tak terealisasi. Pemicu: guncangan likuiditas global (geopolitik, makro), margin call, dan likuidasi aset likuid. BTC rebound tipis ke US$70.000 setelah data konsumen AS positif, tapi tidak pulih kuat seperti aset lain.
Sinyal Tekanan di Luar Harga
- Gemini — Pangkas operasional & keluar dari beberapa pasar Eropa (penyesuaian kepatuhan, bukan kebangkrutan).
- Polygon — PHK 30% staf (ketiga kalinya dalam 3 tahun). Langkah efisiensi ini sering muncul diam-diam sebelum krisis besar (akhir 2021–awal 2022).
- MicroStrategy — Treasury BTC di bawah rata-rata harga akuisisi. Saham MSTR anjlok, valuasi saham di bawah nilai BTC dasar. CEO Phong Le akui kemungkinan jual di kondisi krisis (pertama kalinya).
Pelajaran dari 2022 yang Relevan
- Janji vs Likuiditas — Yield tinggi & narasi “aman” harus didukung cadangan likuid.
- Rush Penarikan — Likuiditas bisa kering dalam hitungan hari saat kepercayaan runtuh.
- Efek Domino — Satu kegagalan (Terra) bisa picu chain reaction.
- Penyesuaian Institusi — PHK, keluar pasar, kurangi eksposur sering terjadi diam-diam sebelum krisis terlihat.
- Treasury Sensitif — Posisi besar (MicroStrategy) rentan feedback loop: harga turun → saham turun → modal terbatas → daya beli hilang.
Kesimpulan Penurunan Bitcoin minggu ini mengingatkan pada Crypto Winter 2022: guncangan kepercayaan → rush penarikan → tekanan struktural. Saat ini belum ada collapse besar, tapi sinyal dini (Gemini, Polygon PHK, MicroStrategy stress) sudah muncul. Pasar sedang reset likuiditas global, bukan kehilangan kepercayaan total. Namun jika feedback loop negatif berlanjut, dampak bisa lebih dalam.
Investor perlu ingat pelajaran 2022: likuiditas & kepercayaan adalah fondasi utama. Saat ini, Bitcoin sedang diuji sebagai aset yang tahan krisis—atau hanya aset spekulatif biasa.