ONDO Sideways Setelah Integrasi MetaMask Tokenisasi Saham & ETF AS

Afin Hafizh
Afin Hafizh February 4, 2026
Updated 2026/02/04 at 7:51 AM

Ondo Finance mengumumkan integrasi besar dengan MetaMask yang memungkinkan pengguna mengakses lebih dari 200 saham AS dan ETF yang sudah ditokenisasi langsung di dalam wallet. Layanan ini berjalan di mainnet Ethereum menggunakan USDC sebagai alat pembayaran. Namun, harga token ONDO hampir tidak bereaksi terhadap berita ini dan masih terjebak dalam tren sideways setelah mengalami penurunan 37,3% selama satu bulan terakhir.

Poin Utama

  • MetaMask kini menyediakan akses ke saham & ETF bertokenisasi (Tesla, NVIDIA, Apple, Microsoft, Amazon, QQQ, IAU, SLV, dll.) via Ondo Global Markets.
  • Transaksi 24/5, transfer kapan saja, menggunakan USDC di mainnet Ethereum.
  • Pengecualian geografis besar: AS, Uni Eropa, Inggris, Swiss, Kanada, China (termasuk HK), Singapura, Jepang, Korea, dan Brasil tidak bisa akses — layanan hanya untuk negara berkembang dengan regulasi lebih longgar.
  • Harga ONDO saat ini ~US$0,2811, turun 37,3% dalam 30 hari terakhir, hanya bergerak -0,2% dalam 24 jam pasca-pengumuman.
  • TVL Ondo > US$2 miliar, market cap ~US$1,37 miliar — kesenjangan antara pertumbuhan protokol dan performa token masih sangat lebar.

Reaksi Pasar terhadap Berita Pengumuman ini memang menjadi pencapaian teknis penting, tapi dampak harga sangat minim. Pasar tampaknya menilai bahwa integrasi ini belum membuka pasar yang cukup besar untuk langsung mengerek nilai token ONDO. Keterbatasan geografis yang sangat luas (hampir seluruh pasar maju dikecualikan) menjadi alasan utama mengapa berita ini tidak dianggap sebagai katalis besar oleh pelaku pasar.

Mengapa Token RWA (Termasuk ONDO) Masih Berjuang Meski Sektor Tumbuh? Data CoinGecko dalam Laporan RWA 2025 menunjukkan pola yang hampir sama di hampir seluruh token governance RWA:

  • Return mayoritas token berada di rentang -26% hingga -79% (Jan 2024 – Apr 2025), meskipun TVL sektor RWA tumbuh pesat.
  • Pertumbuhan utama justru terjadi di produk institusi (contoh: dana BUIDL BlackRock kuasai 44% market share treasury tokenisasi, Maple Finance dominasi 67% pinjaman kredit swasta).
  • Modal institusi lebih memilih produk RWA tanpa token governance karena imbal hasil lebih stabil dan tidak terpapar volatilitas token.

Ini menunjukkan masalah struktural:

  • Token governance RWA lebih berfungsi sebagai alat spekulasi daripada klaim langsung atas pertumbuhan protokol.
  • Saat pasar bullish, yield dari lending DeFi sering kali lebih menarik daripada eksposur RWA.
  • Aliran modal institusi mengalir ke infrastruktur & produk akhir, bukan ke token governance.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya? Integrasi MetaMask memang menempatkan Ondo di posisi yang sangat strategis — infrastruktur tokenisasi sekuritas kini tersedia secara seamless di wallet self-custodial terbesar di dunia. Namun selama pasar utama (AS, Eropa, Inggris, Jepang, Korea, Singapura, dll.) masih dikecualikan, dampaknya tetap terbatas pada negara berkembang dengan regulasi lebih longgar.

Bagi holder ONDO, pengumuman ini sekaligus menjadi pengingat pahit: pertumbuhan protokol dan performa token governance di sektor RWA sering berjalan terpisah. TVL naik, adopsi institusi meningkat, tapi harga token justru terus tertekan karena aliran modal tidak mengalir ke token itu sendiri.

Prospek ke depan

  • Bullish case: Jika regulasi di beberapa negara berkembang semakin ramah atau ada pembukaan akses bertahap di pasar maju, ONDO bisa menjadi pintu masuk utama bagi tokenisasi sekuritas on-chain.
  • Bearish case: Selama pasar utama tetap tertutup dan aliran modal institusi lebih memilih produk tanpa token governance, tekanan jual pada ONDO kemungkinan besar berlanjut.

Saat ini ONDO masih berada dalam fase sideways setelah koreksi panjang, dan integrasi MetaMask belum cukup kuat untuk mengubah tren tersebut.

Share this Article