Harga Bitcoin Menuju ATH Baru? Simak Analisisnya!

dhemasm
dhemasm March 26, 2025
Updated 2025/03/26 at 5:56 AM
prediksi harga bitcoin tembus ATH baru

Setelah mengalami stagnasi selama seminggu, harga Bitcoin kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan. Sejak 23 Maret, BTC terus menguji resistance level penting di $85.000, setelah beberapa kali percobaan, akhirnya Bitcoin berhasil menembus level tersebut.

Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran $87.000 hingga $88.000. Apakah ini menjadi awal dari rally besar berikutnya? Beberapa analis menyampaikan prediksi harga Bitcoin yang menarik, bahkan mengungkapkan kemungkinan mencetak rekor harga tertinggi (ATH) baru.

Hayes Yakin Harga Bitcoin Sentuh $110.000

Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX, memiliki ekspektasi tinggi terhadap BTC. Menurut analisis harga Bitcoin yang diungkapkan olehnya, aset digital ini berpotensi mencetak ATH baru sebelum mengalami koreksi.

“Saya bertaruh Harga BTC bisa mencapai $110.000 sebelum menguji kembali level $76.500,” tulis Hayes, Senin (24/03/2025).

Hayes berpendapat bahwa lonjakan harga Bitcoin didorong oleh ekspektasi perubahan kebijakan Federal Reserve dari quantitative tightening (QT) ke quantitative easing (QE). 

Data ekonomi penting yang akan menjadi sorotan pekan ini adalah indeks harga PCE Amerika Serikat untuk Februari, salah satu indikator utama inflasi yang dapat mempengaruhi pasar kripto.

Di sisi lain, permintaan institusional terhadap BTC juga terus meningkat. Setelah sempat mengalami arus keluar besar sejak awal Februari, Bitcoin Spot ETF kini kembali mencatat arus masuk positif sekitar $744 juta dalam seminggu terakhir, berdasarkan data SoSoValue.

Bitcoin Spot ETF Inflow jadi faktor yang mendorong kenaikan harga bitcoin
Bitcoin Spot ETF Inflow – SoSoValue

Tak hanya itu saja, perusahaan seperti Strategy dan Metaplanet juga terus mengakumulasi BTC. Metaplanet baru saja membeli 150 Bitcoin, meningkatkan total kepemilikannya menjadi 3.350 BTC..

Dengan minat institusi besar yang terlihat terus menguat, kenaikan harga Bitcoin saat ini tampaknya masih berada di tahap awal dan menjadi indikasi kuat bagi reli besar berikutnya.

Konsolidasi Sehat Menuju $130.000?

Selain Hayes, analis terkemuka Axel Adler Jr. mengungkapkan prediksi harga Bitcoin yang serupa dengan mantan CEO BitMEX tersebut. Ia mengungkapkan bahwa koreksi harga yang baru-baru ini terjadi merupakan bagian dari konsolidasi sehat. 

“Koreksi saat ini tampak sebagai konsolidasi yang sehat dalam siklus bullish, bukan awal dari tren bearish,” tegas Adler pada blog resminya, Minggu (23/03/2025).

Berdasarkan metrik on-chain seperti Bitcoin’s Investor Price Model, BTC masih belum memasuki zona “overheated“. Model tersebut menggabungkan beberapa indikator, termasuk realized cap, thermo cap, investor price, dan pasokan Bitcoin. 

Metrik lain yang mendukung analisis harga Bitcoin tersebut adalah adalah Cumulative Value Days Destroyed (CVDD), yang mengukur aktivitas penjualan dari pemegang jangka panjang. Dalam siklus bull 2024-2025, sinyal jual baru muncul satu kali, yaitu pada Maret 2024. 

Prediksi harga Bitcoin oleh Adler didasarkan pada indikator Cumulative Value Days Destroyed.
Cumulative Value Days Destroyed – Axel Adler Jr

Berdasarkan pola historis tersebut, Adler dalam prediksi harga Bitcoin-nya menyebutkan bahwa aset digital ini berpeluang mencapai ATH baru di $130.000. Namun, ia juga mengingatkan bahwa jika gagal menembus resistance level utama, koreksi harga bisa terjadi.

“Mengingat struktur pasar saat ini, kita dapat memperkirakan bahwa setelah melewati Accessing Tops pada $123.000, investor mungkin ingin mengamankan keuntungan, yang dapat menciptakan tekanan jual,” tambahnya.

Dengan meningkatnya permintaan investor individu dan institusional, serta data on-chain yang masih mendukung fase bullish, Bitcoin tampaknya berada dalam jalur yang kuat menuju level ATH baru.

Share this Article