Dari Diejek Jadi Ditiru: CEO Ripple Puji Kerja Sama dengan Mastercard yang Kini Ikuti Visi XRP

vivit
vivit June 11, 2026
Updated 2026/06/11 at 7:50 AM

Ironi terbesar di dunia kripto sedang terjadi. Token yang dulu dicemooh sebagai “banker coin” dan dianggap terlalu sentralisasi kini justru menjadi cetak biru yang ditiru oleh banyak proyek besar.

Brad Garlinghouse, CEO Ripple, secara terbuka memuji pernyataan Hugo Philion, pendiri Flare, yang menyatakan bahwa industri kripto saat ini sedang mengejar visi institusional yang dulu mereka ejek dari XRP.

Dari “Banker Coin” Menjadi Validasi Besar

Hugo Philion menuliskan postingan yang kini viral: Ripple dan XRP sering dihina di masa-masa awal karena dianggap terlalu ramah dengan dunia keuangan tradisional. Kini, hampir seluruh industri malah membangun hubungan yang sama dengan institusi besar.

Garlinghouse langsung mendukung pernyataan tersebut di X pada 10 Juni. Bagi komunitas XRP, ini adalah momen validasi yang sangat manis. Banyak yang teringat meme ikonik tahun 2024: seekor simpanse memegang papan bertuliskan “Tertawalah sekarang, tapi suatu hari nanti XRP akan menggerakkan dunia.”

Kerja Sama dengan Mastercard Jadi Bukti Nyata

Puncak validasi datang dari Mastercard. Pada 10 Juni, raksasa pembayaran global ini meluncurkan Agent Pay for Machines — layanan pembayaran super cepat antar mesin/AI agent yang mendukung kartu, rekening bank, hingga stablecoin.

Ripple dipilih sebagai salah satu dari lebih dari 30 mitra awal, bersama Coinbase, Stripe, dan Solana Foundation. Layanan ini memungkinkan verifikasi agent, batas pengeluaran, dan transaksi bernilai sangat kecil dengan kecepatan mesin.

Chief Product Officer Mastercard, Jorn Lambert, menekankan bahwa pembayaran antar mesin ini akan memiliki volume jauh lebih besar dan nilai transaksi jauh lebih kecil dibanding sistem saat ini.

Ripple sendiri menyatakan bahwa XRP Ledger (XRPL) dan stablecoin RLUSD sudah siap menjadi infrastruktur native untuk pembayaran AI agent otonom.

“Kami membantu membangun infrastruktur untuk pembayaran berbasis agent tepercaya, dengan XRP Ledger dan RLUSD membantu meletakkan dasar untuk masa depan dunia perdagangan,” ungkap Ripple.

Kondisi Harga XRP Saat Ini

Meski sentimen komunitas sedang membara, harga XRP masih mengalami koreksi. Token ini saat ini diperdagangkan di sekitar US$1,11, turun sekitar 6% dalam seminggu terakhir. Namun, kapitalisasi pasarnya tetap solid di angka hampir US$69 miliar, mempertahankan posisi sebagai aset kripto peringkat ke-6 dunia.

Aktivitas on-chain XRPL terus tumbuh, menandakan adopsi nyata sedang berjalan di balik layar.

Kesimpulan: Visi yang Terlalu Awal Kini Menjadi Tren

Label “banker coin” yang dulu digunakan untuk mengejek XRP kini berubah menjadi keunggulan kompetitif. Saat industri kripto semakin matang dan mengejar adopsi institusional, visi Ripple yang menghubungkan keuangan tradisional dengan blockchain justru semakin relevan.

Keberhasilan jangka panjang tergantung pada seberapa besar volume transaksi agent-to-agent yang benar-benar terjadi di XRPL dalam beberapa kuartal ke depan. Tapi satu hal sudah jelas: XRP tidak lagi sendirian di jalur institusional — malah banyak yang mengikutinya.

Sekarang giliran pasar yang harus membuktikan: Apakah ini hanya euforia sementara, atau awal dari era di mana XRP benar-benar “menggerakkan dunia”?

Share this Article