Bittensor (TAO) memiliki visi ambisius mendesentralisasi AI dengan insentif kripto mirip Bitcoin, termasuk suplai maksimal 21 juta token dan halving reward baru saja pada 15 Desember 2025. Namun, narasi “next Bitcoin” masih kontroversial karena harga TAO turun signifikan sepanjang 2025 (sekitar 50% dari puncak), kekhawatiran sentralisasi validator (10 teratas kuasai ~67% stake), dan insiden keamanan masa lalu. Pertumbuhan subnet mencapai 128+ pada akhir 2025 mendukung utilitas, tapi desentralisasi sejati bergantung eksekusi jangka panjang dan adopsi institusional seperti dukungan Barry Silbert serta Grayscale Trust.
Fitur Utama Bittensor
- Mekanisme Mirip Bitcoin — Suplai 21 juta TAO, halving kurangi emisi harian dari 7.200 ke 3.600 token.
- Proof-of-Intelligence — Node selesaikan tugas AI untuk reward, fokus utilitas daripada PoW boros energi.
- Subnet Growth — 128 subnet spesialisasi AI, naik 97% dari awal 2025.
Analis seperti Evan Malanga (Yuma) dan Ken Jon Miyachi (BitMind) optimis TAO bisa ungguli Bitcoin jangka panjang sebagai komoditas kecerdasan global, tapi kekhawatiran sentralisasi dan volatilitas harga tetap jadi hambatan.
Potensi vs Risiko Evidensi menunjukkan Bittensor punya fondasi kuat untuk decentralized AI, tapi belum terbukti skalabel seperti Bitcoin. Harga TAO stabil ~US$260-280 pasca-halving, dengan prediksi bervariasi dari bearish hingga US$1.000+ jika adopsi institusional naik.
Halo, para pembaca crypto! Di era AI yang semakin dominan, muncul pertanyaan besar: Bisakah Bittensor (TAO) menjadi “Bitcoin berikutnya” untuk dunia kecerdasan buatan? Narasi ini sedang panas, terutama setelah halving pertama Bittensor pada 15 Desember 2025 yang kurangi emisi harian TAO dari 7.200 menjadi 3.600 token. Tapi, apakah optimisme ini realistis, mengingat harga TAO turun tajam sepanjang tahun dan isu sentralisasi yang belum terselesaikan?
Bittensor bertujuan mendesentralisasi AI yang saat ini dikuasai Big Tech seperti OpenAI (valuasi US$500 miliar) dan Anthropic (US$350 miliar). Dengan mekanisme insentif kripto, jaringan ini alihkan daya komputasi ke tugas AI nyata, bukan puzzle boros energi seperti Bitcoin.
Premis Bittensor: Bitcoin untuk Era AI
Inti Bittensor mirip Bitcoin: suplai terbatas 21 juta TAO, halving periodik, dan insentif untuk koordinasi global. Bedanya, Bittensor gunakan “proof-of-intelligence”—node bukti kemampuan AI untuk dapat reward.
Evan Malanga dari Yuma (anak perusahaan DCG Barry Silbert) bilang: “Bitcoin koordinasi hardware untuk ledger aman. Bittensor lakukan hal sama untuk latih dan jalankan model AI.”
Dukungan institusional kuat: Barry Silbert investasi awal, Grayscale luncurkan Bittensor Trust Desember 2025. CEO BitMind Ken Jon Miyachi prediksi ekosistem Bittensor bisa lewati nilai Bitcoin jangka panjang sebagai “komoditas kecerdasan global”.
Berikut tabel kesamaan Bittensor vs Bitcoin:
| Aspek | Bitcoin | Bittensor (TAO) |
|---|---|---|
| Suplai Maksimal | 21 juta BTC | 21 juta TAO |
| Mekanisme Konsensus | Proof-of-Work | Proof-of-Intelligence |
| Halving Terbaru | 2024 | 15 Des 2025 (emisi -50%) |
| Fokus Utilitas | Penyimpan nilai | Decentralized AI marketplace |
| Backer Institusional | ETF, Wall Street | DCG, Grayscale Trust |
Tabel ini tunjukkan Bittensor adaptasi model Bitcoin untuk AI modern.
Pertumbuhan Subnet: Bukti Utilitas Nyata
Salah satu kekuatan Bittensor adalah subnet—marketplace spesialis AI. Sejak awal 2025, jumlah subnet naik 97% dari 65 menjadi 128+.
Setiap subnet fokus bidang berbeda: gambar, bahasa, deteksi deepfake, intelijen keuangan. Arrash Yasavolian (Taoshi) bilang: “Setiap subnet seperti marketplace khusus layanan AI.”
Sergey Khusnetdinov (Gain Ventures) sebut ini ciptakan “meritokrasi organik” dari komunitas global permissionless.
Berikut tabel pertumbuhan subnet:
| Periode | Jumlah Subnet | Pertumbuhan | Sumber |
|---|---|---|---|
| Awal 2025 | 65 | – | Taostats |
| Akhir 2025 | 128+ | +97% | Yuma Report |
| Proyeksi 2026 | 200+ | Potensi naik | Analis |
Pertumbuhan ini dorong utilitas, tapi kompetisi subnet token vs TAO jadi risiko saturasi.
Kekhawatiran Sentralisasi dan Keamanan
Narasi “next Bitcoin” dipertanyakan karena isu desentralisasi. OpenTensor Foundation kontrol validasi blok, dan 10 validator teratas kuasai ~67% stake.
Insiden Juli 2024: Hack US$8 juta akibat package malicious, jaringan dihalt ke safe mode—bukti kemampuan sentral matikan network.
Yasavolian akui: “Ada kekhawatiran sentralisasi legitimate saat ini.” Pendukung bilang desentralisasi bertahap, mirip evolusi Ethereum.
Performa Harga TAO 2025: Volatil tapi Potensial
Harga TAO turun ~50%+ tahun ini, stabil ~US$260-280 pasca-halving. Prediksi bervariasi: bearish ke US$200-an jika volatil, optimis US$1.000+ jika institusional inflow naik.
Berikut tabel prediksi harga:
| Skenario | Harga Target 2026 | Alasan |
|---|---|---|
| Optimis | US$800-1.000+ | Halving + subnet utility |
| Netral | US$400-600 | Adopsi stabil |
| Pesimis | US$200-300 | Sentralisasi & kompetisi |
Kesimpulan: Potensi Besar, Tapi Belum Terbukti
Bittensor punya visi revolusioner: decentralize AI seperti Bitcoin decentralize uang. Dukungan Barry Silbert, halving, dan subnet growth jadi katalis positif. Tapi, sentralisasi validator, insiden keamanan, dan harga lesu 2025 ingatkan kita narasi “next Bitcoin” sering overhype.
Masa depan tergantung eksekusi: jika desentralisasi bertahap sukses dan AI terpusat makin “menakutkan”, slogan “long Bittensor, short centralized AI” bisa jadi kenyataan. Pantau perkembangan subnet dan inflow institusional—ini proyek ambisius yang patut diikuti!



