Apakah XRP Ledger Terpusat? Perdebatan Panas Antara Justin Bons dan David Schwartz

vivit
vivit February 25, 2026
Updated 2026/02/25 at 9:16 AM

Apakah XRP Ledger Terpusat? Kontroversi yang Kembali Mengemuka

Pertanyaan apakah XRP Ledger terpusat kembali menjadi sorotan setelah Justin Bons, Founder dan CIO Cyber Capital, melontarkan kritik tajam terhadap arsitektur jaringan tersebut. Ia menilai bahwa mekanisme Unique Node List (UNL) membuat validator XRPL pada dasarnya bersifat permissioned.

Di sisi lain, tuduhan ini langsung dibantah oleh David Schwartz, salah satu arsitek utama XRP Ledger dan CTO Emeritus di Ripple.

Perdebatan ini bukan sekadar soal XRP, melainkan menyentuh definisi fundamental: apa sebenarnya arti “desentralisasi” dalam dunia blockchain?


Kritik Justin Bons: UNL Disebut Membuat Validator Permissioned

Dalam pernyataannya, Justin Bons menyebut bahwa keberadaan Unique Node List (UNL) menjadikan sistem validasi XRP Ledger tidak sepenuhnya permissionless.

Menurutnya:

  • Validator mengikuti daftar node tepercaya.

  • Jika menyimpang dari daftar tersebut, risiko fork meningkat.

  • Pada akhirnya, struktur ini dianggap memberi pengaruh besar pada entitas tertentu.

Bons bahkan mengelompokkan blockchain hanya ke dalam tiga model konsensus:

  • Proof of Work (PoW)

  • Proof of Stake (PoS)

  • Proof of Authority (PoA)

Karena XRP Ledger tidak menggunakan PoW maupun PoS tradisional, ia menyimpulkan bahwa sistem tersebut lebih dekat ke model PoA — yang dalam pandangannya bertentangan dengan prinsip “trustless” dalam kripto.


Pembelaan David Schwartz: XRPL Dirancang Justru untuk Menghindari Kontrol

Schwartz membantah keras tuduhan bahwa Ripple memiliki kendali absolut atas XRP Ledger.

Ia menegaskan bahwa sejak awal, XRPL memang dirancang agar Ripple tidak memiliki kekuasaan sepihak. Bahkan menurutnya, keputusan desain ini dibuat karena pertimbangan regulasi.

Jika Ripple benar-benar mengontrol jaringan, maka tekanan hukum atau perintah pengadilan bisa memaksa perusahaan memengaruhi ledger. Justru untuk menghindari risiko tersebut, arsitektur XRPL dibuat independen.

Schwartz juga menjelaskan beberapa poin teknis penting:

  • Setiap node memilih sendiri UNL-nya.

  • Validator tidak bisa memaksa node jujur menerima double-spend.

  • Jika validator berperilaku tidak jujur, node bisa mengganti daftar kepercayaannya.

  • Konsensus tercapai setiap ±5 detik melalui voting validator.

Menurutnya, UNL bukan alat sentralisasi, melainkan mekanisme perlindungan dari serangan Sybil (pembuatan validator palsu dalam jumlah besar).


Inti Perdebatan: Permissionless vs Practical Decentralization

Perdebatan ini mencerminkan dua filosofi besar dalam blockchain:

  1. Desentralisasi Absolut
    Semua pihak bebas menjadi validator tanpa batas.

  2. Desentralisasi Terstruktur
    Ada mekanisme seleksi untuk menjaga efisiensi dan keamanan jaringan.

Bons melihat desentralisasi sebagai konsep biner: sepenuhnya permissionless atau tidak sama sekali.

Sementara Schwartz melihatnya sebagai spektrum: desentralisasi tetap bisa ada meski ada mekanisme koordinasi untuk menjaga stabilitas.


Apakah XRP Ledger Terpusat? Melihat dari Data dan Struktur

Secara praktik:

  • Ripple saat ini tidak menguasai mayoritas validator XRPL.

  • Validator independen tersebar secara global.

  • Ledger berjalan tanpa campur tangan langsung perusahaan.

Namun, kritik tetap muncul karena pengaruh historis Ripple dalam pengembangan awal jaringan.

Pertanyaannya menjadi lebih kompleks:
Apakah desentralisasi diukur dari arsitektur teknis, distribusi validator, atau persepsi kekuasaan?


Mengapa Isu Ini Penting?

Perdebatan ini bukan sekadar drama komunitas.

Ini menyangkut:

  • Kepercayaan investor terhadap XRP

  • Narasi regulasi di Amerika Serikat

  • Standar desentralisasi yang akan digunakan untuk menilai blockchain lain

Di era ketika regulator semakin aktif mengawasi industri kripto, status “terpusat atau tidak” bisa berdampak besar pada klasifikasi hukum suatu aset.


Kesimpulan: Jawaban Tidak Sesederhana Ya atau Tidak

Apakah XRP Ledger terpusat?

Jawabannya tergantung pada definisi yang digunakan.

Jika mengacu pada model permissionless absolut seperti Bitcoin, maka XRPL memang berbeda.

Namun jika melihat pada distribusi validator, mekanisme konsensus, dan independensi node, XRP Ledger tidak berada di bawah kendali tunggal Ripple.

Perdebatan antara Justin Bons dan David Schwartz menunjukkan satu hal:
Desentralisasi bukan konsep hitam-putih, melainkan spektrum desain dengan kompromi teknis dan ekonomi.

Dan selama blockchain terus berevolusi, diskusi ini kemungkinan besar akan terus berlanjut.

Share this Article