Studi Bitcoin Policy Institute: Model AI Lebih Suka Bitcoin daripada Fiat, Temuan Mengejutkan 2026!

vivit
vivit March 6, 2026
Updated 2026/03/06 at 1:24 PM

Penelitian baru dari Bitcoin Policy Institute (BPI) menguji 36 model AI frontier (dari Anthropic, OpenAI, Google, xAI, DeepSeek, MiniMax) melalui 9.072 eksperimen netral. Hasilnya? AI agents secara mandiri memilih Bitcoin (BTC) sebagai instrumen moneter utama, sementara mata uang fiat sama sekali tidak dipilih sebagai favorit utama oleh satu pun model!

Studi ini (dirilis 3 Maret 2026 di moneyforai.org) mensimulasikan AI sebagai agen ekonomi otonom yang memutuskan bentuk uang terbaik untuk berbagai skenario: penyimpanan nilai, pembayaran, settlement, dan pengukuran nilai.

Temuan Utama yang Menonjol

  • Bitcoin juara keseluruhan: 48,3% respons memilih BTC sebagai preferensi moneter favorit – lebih tinggi dari stablecoin (33,2%) dan fiat/bank money (hanya 8,9%).
  • Tidak ada model pilih fiat sebagai top choice: Dari 36 model, nol yang menjadikan fiat (seperti USD, EUR) sebagai pilihan utama secara keseluruhan.
  • Bitcoin dominan sebagai store of value: 79,1% respons memilih BTC untuk menjaga daya beli jangka panjang – hasil paling konsisten dan “berat sebelah” di seluruh studi.
  • Stablecoin unggul di transaksi sehari-hari: Untuk pembayaran, micropayments, cross-border, dan settlement, stablecoin menang dengan 53,2% (vs BTC 36%), dan settlement 43,4% (vs BTC 30,9%).
  • Lebih dari 90% respons pro uang digital native: AI agents jelas menolak fiat tradisional, lebih memilih aset berbasis blockchain (BTC, stablecoin, tokenized assets).

Perbandingan per Provider AI

Preferensi Bitcoin bervariasi tapi konsisten:

  • Anthropic (Claude series): Tertinggi rata-rata 68% (bahkan Claude Opus 4.5 capai 91,3%).
  • DeepSeek: 51,7–52%.
  • Google (Gemini): 43%.
  • xAI (Grok): 39%.
  • OpenAI (GPT series): Terendah sekitar 25,9–26%.

Model yang lebih canggih cenderung lebih condong ke Bitcoin, terutama untuk self-sovereign money yang tahan sensor.

Mengapa AI Memilih Bitcoin & Stablecoin (Two-Tier System)?

AI secara logis menyimpulkan:

  • Bitcoin ideal sebagai store of value karena supply fixed 21 juta, desentralisasi, tahan sensor/inflasi, dan immutable.
  • Stablecoin lebih praktis untuk transaksi cepat/murah karena stabilitas nilai, tapi rentan freeze/centralized control (misal USDT/USDC bisa dibekukan oleh issuer).
  • Fiat dikendalikan pemerintah → kurang cocok untuk agen otonom (risiko seigniorage, inflasi, sensor).

Ini mencerminkan sistem moneter dua tingkat ala Bitcoin: BTC sebagai “emas digital” untuk simpanan, stablecoin sebagai “uang tunai digital” untuk daily use.

Implikasi Besar untuk Masa Depan

Menurut BPI, hasil ini menandakan permintaan masa depan untuk:

  • Infrastruktur pembayaran Bitcoin native (Lightning Network untuk speed & low-cost).
  • Self-custody tools bagi AI agents.
  • Integrasi Bitcoin + stablecoin di ekosistem AI ekonomi otonom.

Di era AI agents yang bisa transaksi mandiri (misal autonomous trading, DeFi bots), preferensi ini bisa dorong adopsi Bitcoin lebih cepat daripada manusia. Fiat tertinggal jauh – AI yang rasional memilih uang yang tak bisa dimanipulasi pemerintah.

Studi ini (full report di moneyforai.org) membuka mata: Saat AI jadi agen ekonomi, Bitcoin mungkin jadi standar moneter default mereka!

Sumber utama: Bitcoin Policy Institute (3 Maret 2026), moneyforai.org, liputan Forbes, Bitcoin Magazine, Yahoo Finance, Crypto News.

Kamu setuju AI bakal dorong BTC moon? Atau ini overhype?

Share this Article