Boom Adopsi Stablecoin di Kalangan Bisnis: 88% Perusahaan Siap Pakai dalam 12 Bulan ke Depan

vivit
vivit July 1, 2026
Updated 2026/07/01 at 5:12 AM

Siap-siap! Dunia bisnis global sedang bersiap melakukan pergeseran besar dalam sistem pembayarannya. Menurut laporan terbaru dari Cybrid, platform infrastruktur pembayaran, adopsi stablecoin di kalangan perusahaan diprediksi akan meledak dalam 12 bulan mendatang.

Stablecoin yang dulu hanya dianggap sebagai alat spekulasi kripto, kini semakin kokoh sebagai infrastruktur pembayaran serius bagi korporasi.

Angka yang Menggembirakan

Laporan Cybrid mengungkapkan fakta mengejutkan:

  • 42% perusahaan yang disurvei sudah aktif menggunakan stablecoin, terutama untuk transaksi lintas negara.
  • 88% responden menyatakan “kemungkinan besar” atau “sangat mungkin” akan menggunakan stablecoin dalam waktu 12 bulan ke depan.
  • Hanya 2% perusahaan yang masih sepenuhnya bergantung pada sistem pembayaran tradisional tanpa mempertimbangkan opsi blockchain.

Ini adalah sinyal kuat bahwa stablecoin sedang bertransformasi dari fase eksperimen menjadi pilihan utama di ranah korporat.

Efisiensi Biaya yang Tak Tertandingi

Salah satu daya tarik terbesar stablecoin adalah penghematan biaya yang sangat signifikan.

Perusahaan yang sudah mengadopsinya melaporkan rata-rata penghematan biaya transaksi lintas negara sebesar 35%. Angka ini bahkan melonjak hingga 47% pada perusahaan dengan volume transaksi di atas US$100 juta per bulan.

Semakin besar skalanya, semakin besar pula manfaat yang didapat.

Penggunaan stablecoin di kalangan bisnis saat ini paling banyak untuk:

  • Pembayaran gaji (payroll) dan kontraktor
  • Pembayaran supplier & vendor
  • Transaksi dengan pelanggan
  • Pengelolaan treasury dan likuiditas perusahaan

Kecepatan penyelesaian transaksi yang hampir instan dan fleksibilitas operasional 24/7 menjadi nilai tambah yang sulit ditolak perusahaan modern.

Regulasi: Kunci Percepatan atau Penghambat?

Meski prospeknya sangat cerah, satu hambatan besar masih menghadang: ketidakpastian regulasi.

Sebanyak 71% responden menyebut kejelasan regulasi sebagai faktor paling penting untuk meningkatkan kepercayaan dan memperluas penggunaan stablecoin — jauh lebih penting daripada integrasi teknologi atau infrastruktur.

Di sisi positif, regulasi mulai bergerak maju. Di Amerika Serikat, stablecoin yang sesuai dengan standar baru (termasuk GENIUS Act) telah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari US$76 miliar.

Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar stablecoin global saat ini mencapai US$307,2 miliar, dengan Tether (USDT) masih mendominasi diikuti USD Coin (USDC).

Tren yang Tak Bisa Diabaikan

Data Paybis memperkuat cerita ini: hampir 98% volume payout stablecoin pada awal 2026 berasal dari klien bisnis — naik drastis dari hanya 36% pada 2023.

McKinsey memperkirakan bahwa transaksi Business-to-Business (B2B) akan menyumbang sekitar 60% dari total volume pembayaran stablecoin global yang diproyeksikan mencapai US$390 miliar pada 2025.

Kesimpulan: Gelombang Baru Telah Dimulai

Adopsi stablecoin di sektor bisnis bukan lagi tren masa depan — melainkan realitas yang sedang berlangsung. Perusahaan yang cepat beradaptasi berpotensi mendapatkan keunggulan kompetitif yang signifikan melalui biaya lebih rendah, kecepatan lebih tinggi, dan fleksibilitas operasional yang lebih baik.

Bagi yang masih ragu, waktu semakin sempit. Dalam waktu satu tahun ke depan, kita kemungkinan besar akan melihat stablecoin menjadi bagian standar dari sistem keuangan korporat di seluruh dunia.

Share this Article