Strategy (sebelumnya MicroStrategy) kembali menjual Bitcoin.
Pada periode 3–9 Agustus 2026, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor melepas 1.690 BTC dengan nilai total US$108,6 juta. Seluruh hasil penjualan digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC.
Langkah ini membuat Strategy menjadi net seller Bitcoin selama dua minggu berturut-turut, setelah sebelumnya juga menjual 1.638 BTC. Meski begitu, mereka masih memegang 840.447 BTC — posisi treasury Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Mengapa Strategy Menjual Bitcoin di Bawah Harga Modal?
Harga rata-rata penjualan kali ini hanya US$64.262 per koin. Padahal biaya rata-rata pembelian Bitcoin mereka mencapai US$75.385. Artinya, setiap penjualan di level saat ini mengunci kerugian dibanding harga dasar.
Alasan utamanya bukan karena kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin, melainkan untuk menopang saham preferen STRC. Saham ini dirancang agar harganya mendekati nilai nominal US$100 dengan dividen tahunan tinggi (saat ini 12%). Namun pasar sempat menolak desain tersebut. STRC pernah turun hingga US$71,25 dan baru-baru ini masih bertahan di kisaran US$95.
Dengan buyback 1.152.020 lembar STRC, Strategy berusaha menarik harga saham preferennya kembali mendekati par value.
Cadangan Dolar Semakin Tebal
Selain menjual Bitcoin, Strategy juga melepas 6,58 juta saham biasa (MSTR) melalui program at-the-market (ATM). Hasilnya US$653,1 juta, di mana US$650 juta langsung masuk ke cadangan dolar. Total cadangan USD mereka kini mencapai US$4,65 miliar.
Michael Saylor menjelaskan langkah ini sebagai manajemen kredit, bukan mundur dari Bitcoin:
“Strategy meningkatkan Cadangan USD sebesar US$650 juta dan membeli kembali US$109 juta $STRC. Ini meningkatkan Durasi USD menjadi 2,7 tahun… Kami masih memegang ₿840.447 di Cadangan BTC dan US$4,65 miliar di Cadangan USD.”
Dari “Bitcoin Maximalist” ke Treasury yang Dikelola Aktif
Sejak mengadopsi Digital Credit Capital Framework pada akhir Juni, Strategy memberi ruang terbatas untuk menjual Bitcoin. Tujuannya: mendanai dividen preferen, melakukan buyback, dan memperkuat cadangan tunai ketika penerbitan saham baru kurang menarik.
Kini perusahaan hampir setiap minggu mengumpulkan kas dan menghentikan pembelian Bitcoin baru. Cadangan yang ada diklaim sudah cukup untuk menutupi kewajiban dividen selama bertahun-tahun.
Upaya ini mulai menunjukkan hasil. STRC sudah rebound sekitar 33% dari level terendahnya. Namun selisih ke harga US$100 belum sepenuhnya tertutup.
Trade-off Besar bagi Pemegang Saham

Performa Saham MSTR. Sumber: Yahoo Finance
Bagi investor MSTR, situasinya berubah. Saham yang dulu dianggap sebagai “proxy Bitcoin murni” kini berubah menjadi perusahaan treasury yang aktif mengelola struktur modalnya sendiri.
Pertanyaan besarnya: Apakah penjualan Bitcoin mingguan ini akan terus berlanjut, atau Strategy akan kembali ke mode akumulasi begitu harga STRC stabil?
Sementara Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$65.000, masih sekitar 13% di bawah harga rata-rata pembelian Strategy. Pasar menunggu laporan berikutnya untuk melihat apakah strategi “jual BTC demi perbaiki neraca” ini benar-benar berhasil dalam jangka panjang.