Coinbase: Lebih dari 95% Kode Sekarang Ditulis oleh AI, PHK Massal Terjadi

Afin Hafizh
Afin Hafizh July 15, 2026
Updated 2026/07/15 at 5:37 AM

ICrypto.co.id โ€” Artificial intelligence (AI) kini menjadi tulang punggung operasional Coinbase. Menurut Rob Witoff, Kepala Platform Coinbase, lebih dari 95% kode perusahaan saat ini ditulis oleh atau dengan bantuan large language models (LLM). Angka ini melonjak signifikan dibandingkan estimasi Februari lalu yang baru mencapai 40%. Perubahan drastis ini turut memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 700 karyawan Coinbase pada Mei 2026.

Adopsi AI yang agresif di Coinbase mencerminkan gelombang transformasi digital yang melanda industri teknologi dan crypto global. Namun, di balik efisiensi yang ditawarkan, muncul pertanyaan mengenai masa depan tenaga kerja manusia di sektor yang sangat bergantung pada inovasi teknologi.

Poin Utama

  • 95%++ kode Coinbase kini ditulis oleh atau dengan bantuan AI, naik dari 40% pada Februari 2026.
  • Hampir 100% karyawan Coinbase menggunakan AI secara harian dalam pekerjaannya.
  • Coinbase melakukan PHK 700 orang (14% workforce) pada Mei 2026 untuk restrukturisasi berbasis AI.
  • Tiap engineer Coinbase kini mengoperasikan 5โ€“10 AI agent sekaligus.
  • Prototyping internal sudah 100% otomatis, sementara kriptografi inti tetap dikendalikan manusia.
  • Prediksi: AI agents bisa menggantikan pekerjaan setara 100.000 karyawan pada tahun 2030.

Loncatan Besar dari 40% ke 95% dalam Hitungan Bulan

Pada Februari 2026, Coinbase melaporkan bahwa 40% kode perusahaan ditulis dengan bantuan AI. Namun, hanya dalam empat bulan, angka itu melonjak hingga mendekati 100%. Rob Witoff menyebutkan dalam wawancara eksklusif bahwa semua karyawan Coinbase kini menggunakan AI setiap hari, dan proporsi kode yang dihasilkan oleh LLM mencapai 95% hingga 100%.

Menurut Witoff, ada spektrum luas dalam penggunaan AI. Prototyping internal kini sepenuhnya otomatis, sedangkan penulisan kode kriptografi inti masih memerlukan sentuhan tangan para ahli kriptografi terkemuka. AI lebih banyak dimanfaatkan untuk pengujian, verifikasi, dan memastikan tidak ada celah keamanan dalam kode yang ditulis.

Dampak PHK 700 Karyawan dan Restrukturisasi Tim

CEO Coinbase, Brian Armstrong, mengirimkan email internal yang menyatakan AI telah mengubah tempo kerja secara dramatis. Perusahaan perlu kembali ke semangat startup dengan AI sebagai inti operasional. Akibatnya, 700 karyawan atau sekitar 14% dari total workforce diputus kontraknya pada Mei 2026.

Witoff menjelaskan bahwa banyak peran pengembang junior terdampak, namun PHK juga merambut ke divisi pemasaran, legal, dukungan pelanggan, dan compliance. Tim yang tersisa kini lebih ramping dan senior. Dua atau tiga engineer saat ini mampu menangani pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan 10 orang atau lebih.

Setiap engineer Coinbase sekarang mengoperasikan 5 hingga 10 AI agent secara bersamaan. Secara kolektif, AI agents tersebut menjalankan pekerjaan setara 1.200 karyawan. Witoff bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2030, AI agents di Coinbase bisa menggantikan pekerjaan yang setara dengan 100.000 karyawan manusia.

Tren Serupa di Industri Crypto Global

Coinbase bukan satu-satunya perusahaan crypto yang melakukan efisiensi berbasis AI. Crypto.com memangkas 12% karyawannya pada Maret 2026 dengan alasan adaptasi terhadap dunia baru yang didominasi AI. Block, perusahaan milik Jack Dorsey, memotong 40% workforce-nya. Kraken, Gemini, Messari, dan Dune juga melakukan PHK serupa dengan argumen serupa.

Jack Dorsey menyatakan bahwa tools kecerdasan buatan yang digunakan bersama tim yang lebih kecil dan datar memungkinkan cara kerja baru yang secara fundamental mengubah arti membangun dan menjalankan perusahaan.

Analisis

Transformasi Coinbase menandai titik balik dalam industri crypto. AI tidak lagi sekadar tools pendukung, melainkan aktor utama dalam pengembangan produk dan operasional perusahaan. Efisiensi yang dihasilkan memang mengesankan: biaya operasional turun, kecepatan pengembangan naik, dan tim menjadi lebih fokus.

Namun, risiko juga signifikan. Ketergantungan tinggi pada AI dalam penulisan kode bisa memicu kerentanan keamanan jika tidak diawasi manusia dengan cermat. Selain itu, PHK massal bisa berdampak pada moral karyawan yang tersisa dan citra publik perusahaan. Bagi investor, efisiensi berbasis AI mungkin terlihat positif dalam jangka pendek, namun keberlanjutan model bisnis yang mengandalkan otomasi ekstrem masih perlu diuji dalam berbagai kondisi pasar.

Dalam perspektif pasar crypto, adopsi AI oleh pemain besar seperti Coinbase dapat menjadi sinyal bullish bagi token AI dan infrastruktur agent-based economy. Namun, dampak sosial dari otomasi pekerjaan tidak bisa diabaikan. Industri crypto yang selalu mengusung desentralisasi dan inklusi kini menghadapi paradoks internal: teknologi yang dibangunnya justru memusnahkan pekerjaan manusia.

Penutup

Coinbase telah membuktikan bahwa AI bukan lagi masa depanโ€”ia adalah realitas saat ini. Dengan 95% kode ditulis oleh AI dan tim yang terus dirampingkan, perusahaan ini memimpin gelombang otomasi di industri crypto. Namun, tantangan keamanan, etika, dan keberlanjutan model kerja manusia-AI masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh seluruh ekosistem crypto global.

Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai nasihat investasi. Harga aset kripto sangat volatil. Lakukan penelitian mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial. ICrypto.co.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

Share this Article