Goldman Sachs melaporkan eksposur aset kripto lebih dari US$2,36 miliar dalam laporan 13F kuartal keempat 2025. Alokasi ini mencakup Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana, dengan porsi 0,33% dari total portofolio yang dikelola. Kepemilikan XRP (~US$152–153 juta) sepenuhnya melalui ETF XRP spot AS, menunjukkan pendekatan berbasis produk teregulasi daripada penyimpanan langsung token.
Poin Utama
- Total eksposur kripto Goldman Sachs: US$2,36 miliar (Bitcoin ~US$1,1 miliar, Ethereum ~US$1,0 miliar, XRP ~US$153 juta, Solana ~US$108 juta).
- XRP dipegang melalui ETF XRP spot (AUM ETF > US$1,04 miliar, hanya 4 hari outflow sejak listing 56 hari lalu).
- Ini menandai pergeseran dari sikap skeptis historis Goldman (sebelum 2020) menjadi partisipasi hati-hati melalui instrumen teregulasi.
- Total aset kelolaan Goldman ~US$3,6 triliun → eksposur kripto masih sangat kecil (~0,066%).
Perubahan Sikap Goldman Sachs Sebelum 2020, Goldman secara konsisten menyebut Bitcoin sebagai aset spekulatif tanpa arus kas intrinsik dan tidak cocok untuk portofolio konservatif. Setelah 2020, sikap berubah bertahap:
- Mengaktifkan kembali desk perdagangan kripto
- Memperluas akses derivatif kripto
- Mengakui potensi Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi (meski tetap spekulatif)
- Pasca-crypto winter 2022: lebih hati-hati, fokus pada infrastruktur & tokenisasi
Sekarang, Goldman berpartisipasi melalui ETF dan produk terstruktur, menjaga eksposur tetap kecil dan patuh regulasi.
Implikasi Pasar Pengungkapan ini jadi sinyal penting bagi sentimen institusi. Goldman termasuk bank investasi paling berpengaruh di dunia — keputusan mereka sering menjadi barometer. Meski porsinya kecil, masuknya nama besar seperti Goldman ke aset kripto melalui saluran teregulasi (ETF) memperkuat legitimasi sektor ini di mata institusi tradisional.
Outlook Eksposur melalui ETF menunjukkan strategi “main aman” Goldman: ikut tren kripto tanpa eksposur langsung ke volatilitas token. Jika tren ini berlanjut di bank-bank besar lain, bisa mendorong inflow lebih besar ke ETF kripto dan mempercepat adopsi institusional di 2026.