XRP Tunjukkan Kekuatan Saat Dominasi Bitcoin Mulai Melemah
Dominasi Bitcoin ($BTC.D), indikator yang mengukur pangsa Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto, mulai terlihat mencapai puncaknya. Saat ini, metrik tersebut kembali menguji zona krusial yang sebelumnya menjadi area breakdown — level yang bisa menentukan arah pasar dalam jangka pendek.
Secara historis, ketika dominasi Bitcoin melambat atau berbalik arah, altcoin biasanya mendapat momentum kenaikan. Namun kali ini, Ethereum ($ETH) yang biasanya menjadi pemimpin altcoin justru tampak tertinggal. ETH masih kesulitan mencetak pergerakan signifikan melawan dominasi BTC, yang bisa menjadi tanda rotasi pasar.
Ethereum Melemah, XRP Mulai Melaju
Biasanya, Ethereum menjadi altcoin pertama yang bereaksi saat dominasi Bitcoin menurun. Namun, dalam kondisi ini, ETH justru menunjukkan kelemahan teknikal dibanding BTC maupun BTC dominance. Hal ini membuat prospek jangka pendek ETH dipertanyakan.
Sebaliknya, XRP justru mulai mencuri perhatian. Pada grafik 12 jam, XRP memperlihatkan tanda-tanda kekuatan yang tidak tampak pada altcoin besar lainnya. Jika dominasi Bitcoin benar-benar berbalik arah dan BTC terkoreksi, XRP berpotensi memimpin pergerakan altcoin, setidaknya dalam jangka pendek.
Apakah XRP Akan Memimpin Altcoin Season?
Jika Bitcoin benar-benar mencapai puncaknya dan mulai mengalami koreksi, hal ini bisa menjadi awal dari altcoin season berikutnya. Meski selama ini Ethereum menjadi indikator utama altcoin, kelemahan ETH kali ini justru membuka peluang bagi XRP untuk mengambil alih spotlight.
Banyak trader dan analis kini menaruh perhatian pada XRP, karena setup teknikalnya terlihat lebih bullish dibanding altcoin besar lainnya. Pasar mungkin akan segera memasuki fase di mana Bitcoin melemah, sementara XRP dan beberapa altcoin terpilih justru mulai menguasai volume serta dominasi.