Ripple Luncurkan Stablecoin RLUSD, Tantang Dominasi Tether USDT dengan Transparansi

dea
dea August 20, 2025
Updated 2025/08/20 at 6:53 AM

Ripple resmi meluncurkan stablecoin baru bernama RLUSD yang siap menantang dominasi Tether USDT di pasar. Kehadiran RLUSD datang di tengah ketatnya regulasi aset digital di Amerika Serikat, yang kini menekankan pentingnya transparansi dan kepercayaan di sektor stablecoin.

Ripple vs Tether: Persaingan Stabil di Pasar Stablecoin

Menurut Bill Morgan, seorang pengacara pro-XRP, perbedaan utama antara Ripple RLUSD dan Tether USDT terletak pada cadangan aset dan transparansi. RLUSD dinilai unggul karena menerapkan audit independen secara rutin, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara itu, Tether memperkuat posisinya di Amerika Serikat dengan merekrut Bo Hines, mantan Direktur Eksekutif White House Crypto Council. Langkah ini menunjukkan strategi Tether untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Transparansi: Faktor Penentu Kepercayaan Investor

Salah satu isu terbesar di pasar stablecoin adalah kejelasan cadangan aset. Tether kerap mendapat kritik terkait keterbatasan laporan cadangannya, sementara Ripple RLUSD hadir dengan komitmen penuh terhadap transparansi.

“Faktor kunci penentu kepercayaan di pasar stablecoin bukan lagi sekadar volume, melainkan transparansi dalam manajemen cadangan,” ujar Bill Morgan.

Dengan audit independen yang lebih ketat, RLUSD berpotensi menjadi alternatif yang lebih terpercaya bagi investor.

Apakah Era Baru Stablecoin Akan Dimulai?

Ketatnya regulasi di AS membuat transparansi menjadi syarat utama bagi penerbit stablecoin. Tether berusaha beradaptasi dengan strategi politik dan perekrutan baru, sementara Ripple mengandalkan pendekatan berbasis audit dan keterbukaan data.

Analis pasar memprediksi persaingan ini akan membentuk era baru stablecoin, di mana investor lebih condong memilih aset digital yang terbukti transparan dan aman.


Dengan meningkatnya sorotan pada Ripple RLUSD vs Tether USDT, pasar stablecoin diperkirakan akan semakin kompetitif. Investor kini menunggu, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam perebutan kepercayaan publik

Share this Article